Bangunkerto – Minggu, (14/11), berlangsung Festival UKM Kalurahan Bangunkerto.

Total ada sebanyak 18 stand yang dipamerkan dalam acara ini, di mana terdiri dari 12 padukuhan, 4 pilar Desa Mandiri Budaya Bangunkerto, dan juga stand dari Karang Taruna Bangunkerto.

Masing-masing UKM membawa ciri khasnya masing-masing. Misalnya saja ada brownies salak dari UKM Padukuhan Gadung, geplak salak dari Padukuhan Rejodadi. Tidak hanya makanan, terlihat dari UKM Padukuhan Gadung yang memamerkan produk unggulan kain batik.

Masing-masing stand UKM membawa keunikannya masing-masing. Sementara stand Karang Taruna Bangunkerto menampilkan Unit Ekonomi Produktif (UEP) yang merupakan buah dari Karang Taruna Bangunkerto sendiri. Berupa media percetakan “Upakara Merch”, lembaga les “Ngangswu Kawruh”, serta SSB Bangunkerto yang menjadi alternatif edukasi bagi masyarakat Bangunkerto sendiri.

Banyak harapan jika seandainya festival UKM ini dibuka untuk umum tentu akan menjadi hal yang luar biasa. Endang S, pegiat UKM dari Padukuhan Kendal menuturkan, “ya tentu saja kami berharap agar festival seperti ini bisa dihadiri masyarakat luas pasti akan ramai, tapi ya kita juga harus memahami bahwa kita masih dalam masa pandemi. Semoga tahun depan situasi bisa kembali normal”, tuturnya.

Forum Komunikasi UKM Bangunkerto menjadi wadah dari UKM yang ada di Bangunkerto.

Dengan adanya festival UKM ini diharapkan bisa menaikkan tingkat ekonomi yang produktif di masyarakat. Pandemi memang sedikit menurunkan pendapatan masyarakat. Harapannya adalah masyarakat bisa terus kreatif menyiptakan produk-produk khas yang unggulan yang nantinya bisa dilirik oleh masyarakat luas. Sehingga akan menaikkan ekonomi bagi masyarakat Bangunkerto sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *